Get a Quote

Menurut data dari Wired.com pada 2020 ada lebih dari 20 milyar device yang terhubung internet. Nah dari data tersebut tentunya Internet sudah jadi bagian hidupmu. Dari Internet kamu bisa mendapatkan banyak informasi baru dengan cepat aksesnya pun sangat mudah, tinggal connect melalui wifi atau data seluler saja.

Bagaimana jika internet tidak hanya terhubung melalui HP atau laptop? Contohnya, kamu menyambungkan internet ke mesin pembuat kopi? smart lamp? bahkan pintu kunci otomatis? tentunya sangat memungkinkan dan sistem ini dinamakan IoT atau internet of things.

Konsep dari IoT sendiri adalah menyambungkan benda apa saja ke Internet untuk memudahkan penggunaan dan bertukar informasi. Begini contoh penggunaanya: Misalnya, kamu memasang alarm di jam. Jam itu sudah terkoneksi dengan internet. Kebetulan, mesin pembuat kopimu juga terkoneksi dengannya.Jammu bisa mengirim pesan pada mesin pembuat kopi, pukul berapa kamu bangun. Di jam itu juga, mesin harus menyala dan meracik kopimu. Kamu tak perlu menyalakan mesin kopi sendiri. Semua itu berjalan secara otomatis. Dengan begitu, hidupmu bisa menjadi lebih mudah. Penggunaannya sendiri tak hanya untuk peralatan rumah, lho. Kata Edurekainternet of things bisa dimanfaatkan di:

  • gadget, misalnya smartwatch
  • kesehatan, untuk mengumpulkan informasi lengkap pasien
  • kota pintar, misalnya untuk manajemen sampah
  • pertanian, misalnya rumah kaca pintar
  • industri, misalnya manajemen gudang

Sejarah Perkembangan IoT

Internet tentunya tak muncul begitu saja, ada beberapa tahapan-tahapan hingga IoT bisa digunakan seperti sekarang ini. Faktanya, banyak teknologi di dunia ini yang muncul dari sains fiksi. IoT adalah salah satunya. Ide untuk meng-”hidup”-kan rumah dimulai dari sana.

Pertama-tama, muncul perabot dapur dengan fungsi otomatis. Misalnya, pemanggang roti yang mati sendiri saat roti telah matang.

Ini tentu berbeda dengan mesin yang harus dimatikan sendiri. Akan tetapi, tetap saja, belum ada proses komunikasi lewat internet di sana.

Hal itu baru terjadi pada 1990. Saat itu, John Romkey menghubungkan pemanggang roti ke komputernya.

Ini adalah awal mula munculnya internet of things. Akan tetapi, istilahnya baru dikenalkan oleh Kevin Ashton pada 1999.

Hingga kini, internet menyentuh semakin banyak barang. Per 2020, ada 20 juta benda yang terhubung ke sana.

Belum lagi, internet of things bisa digabung dengan teknologi lainnya. 

Misalnya, machine learningkecerdasan buatan, dan lain-lain.  Kombinasinya akan melahirkan benda yang semakin canggih.

Jembatan antarbarang ini tentu memudahkan hidupmu. Sayangnya, hal ini tak selamanya positif. 

Lewat internet of things, kamu membagikan banyak sekali informasi. Kata Key Info, besarnya data ini bisa menyulitkan penjagaan kerahasiaannya.

Bisa saja, ada orang tak bertanggung jawab yang menyalahgunakan informasi pribadimu. Tentu saja, seiring berjalannya waktu, isu ini selalu ditangani dan coba diselesaikan.

Tertarik untuk belajar lebih tentang IoT? Yuk Follow akun instagram kami di @miota.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × 4 =

Privacy Settings
We use cookies to enhance your experience while using our website. If you are using our Services via a browser you can restrict, block or remove cookies through your web browser settings. We also use content and scripts from third parties that may use tracking technologies. You can selectively provide your consent below to allow such third party embeds. For complete information about the cookies we use, data we collect and how we process them, please check our Privacy Policy
Youtube
Consent to display content from Youtube
Vimeo
Consent to display content from Vimeo
Google Maps
Consent to display content from Google
Spotify
Consent to display content from Spotify
Sound Cloud
Consent to display content from Sound